Kami Melayani Penjualan Tiket Pesawat : Air Asia, Citilink, Garuda, Lion Air, Merpati, Sriwijaya, Tiger Airways & Trigana Air

Kami melayani Penjualan Tiket Pesawat Secara online..

Lebih Cepat dan juga Praktis, Karena E-Ticket akan langsung kami kirim ke alamat email Anda.

TIDAK ADA MARK UP HARGA TIKET

( Sesuai Yang ditetapkan MASKAPAI Penerbangan )

Silahkan Anda Cek Tiket Promo Dengan Form Dibawah Ini !

Form Ini Digunakan HANYA UNTUK Mencari Tiket Promo,

Setelah ANDA Dapatkan, Pemesanan / Booking Tetap Dilakukan

Melalui Kami di Form Booking RamadhanTravel.Com

www.ramadhantravel.com
Jl. Langsat No 112 RT 5 RW 14
Tanjung Selor Kalimantan Utara
Powered by : PT. ANTA UTAMA
Akta Notaris No. : 17, Tanggal : 15 Januari 2009
SK Kehakiman No. : AHU-1475.AH.01.01 Tahun 2009
Ijin Usaha Pariwisata No. : 556/11/419.45/2009
SIUP No. : 503.5/033/419.38/2009
TDP No. : 13.11.1.63.00368
NPWP No. : 02.666.101.7-622.000
Sertifikat ASITA No. : 0343/XII/DPP/2009

Selasa, 04 Juni 2013

ibu hamil 9 bulan ternyata masih bisa naik pesawat asal




Ibu hamil adalah traveler yang paling rentan untuk naik pesawat, mengingat penurunan tekanan udara dapat mengganggu mereka. Tapi, penelitian terbaru kalau ibu hamil pun bisa traveling naik pesawat sampai minggu ke-37 kehamilan.

Dilongkok dari Daily Mail, Kamis (23/5/2013), traveling dengan pesawat bukan lagi risiko yang besar bagi ibu hamil dan janinnya, bahkan sampai 3 minggu sebelum kelahiran. Saran terbaru dari dokter mengatakan, kalau ibu hamil yang tidak memiliki komplikasi dan masalah kesehatan dapat terbang sampai di minggu ke-37 atau 9 bulan lebih.

Para ahli dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists pun menjelaskan tentang risiko ibu hamil saat naik pesawat adalah melahirkan prematur di atas ketinggian 35.000 kaki (10.668 m). Para traveler perempuan yang punya risiko melahirkan cepat karena sudah pernah melahirkan sebelumnya, sebaiknya tidak terbang setelah 32 minggu atau 8 bulan.

Rekomendasi ini senada dengan arahan dari International Air Travel Association, namun banyak maskapai yang melarang penumpang hamil untuk terbang kalau sudah 36 minggu atau 9 bulan. Beberapa maskapai, meminta surat dokter untuk yang sudah hamil 28 minggu atau 7 bulan, lengkap dengan diagnosa dan tanggal perkiraan lahir.

Pemindai tubuh di bagian pemeriksaan keamanan bandara juga dinyatakan tidak berbahaya bagi ibu hamil karena rendahnya tingkat radiasi ion. Profesor Ian Greer, dari Universitas Liverpool adalah yang melakukan penelitian terhadap ibu hamil dan penerbangan ini.

"Untuk ibu hamil yang yang mempunyai riwayat keguguran atau kehamilan di luar rahim sebaiknya dilakukan USG terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan," kata dia.

Amber Howard dari asuransi perjalanan Holiday Safe mengatakan banyak perempuan hamil yang bisa ditinggal terbang jika maskapai menduga mereka telah memasuki minggu-minggu kelahiran. Masih menurut Amber Howard, ibu hamil pun dikhawatirkan tidak bisa meninggalkan pesawat dalam keadaan darurat.

Bila Anda sedang hamil dan ingin melakukan traveling dengan pesawat, sebaiknya meminta saran dari dokter kandungan Anda terkait masalah yang mungkin saja bisa timbul selama di perjalanan.

Terima Kasih Telah Berkunjung ke RamadhanTravel.Com.

Arsip Berita